kata mereka ini adalah sebuah kesalahan, kata mereka ini adalah akhir, kata mereka ini adalah fatal.
tapi bagiku, ini memang kesalahan, untuk mengawali sesuatu yang bisa ditawar keindahannya. kesalahan memang buruk, tapi bagiku suatu pembayaran.....lebih baik berbuat salah dan melangkah daripada harus berdiam diri dan pasrah tanpa melangkah, percepatan bagi sebuah kebebasan harapan adalah keutamaan diantara segala hal yang urgent. Tuhan memberi kita waktu 24 jam sehari, kadang terasa lama pada suatu saat namun akan terasa sebentar di saat yang lain. setelah hari ini masih disediakan hari esok oleh Tuhan, berusaha seakan besok kita masih hidup dengan fungsi tubuh lengkap sah-sah saja,
kita belajar dari masa lalu dan kesalahan......semua orang bisa menyalahkan dan membenarkan apa yang kita buat. bagi kita apa yang kita lakukan adalah apa yang kita yakini saat itu untuk dilakukan. resiko dari setiap tindakan pasti ada hanya besarannya saja berbeda. Jadi untuk apa kita selalu memikirkan sebuah resiko sebelum bertindak. percaya atau tidak ketika kita terlalu memikirkan resiko, maka apa yang akan kita lakukan adalah NOL BESAR.karena kita terlalu sibuk memikirkan apa yag akan terjadi setelah "seandainya" kita melakukan apa yang kita mau, akhirnya kesempatan dan waktu juga semangat bertindak hilang seiring semakin ketakutannya kita pada apa yang akan berlaku besok setelah "seandainya" dilakukan
orang lain bisa saja menyalahkan apa yang kita anggap benar, sangat mudah. tp mereka tidak tahu hidup kita, jadi tipsnya adalah, dengarkan saja apa katanya, resapi kembali ketika kau membutuhkannya. ketika kau mendengarkan sambil meresapi maka keraguan yang akan kau dapat. orang lain boleh pikir kita adalah orang yang keras kepala. tapi apa hak mereka mengatur apa yag kita lakukan? toh kita yang akan memetik resikonya. orang lain punya pilihan terhadap hidup kita, mereka mengurusi apa yang hendak kita lakukan dan mereka akan tahu resikonya ketika kita mendapatkannya dan ikut merasakan atau mereka diam dan tidak usah ambil pusing lalu mereka aman-aman saja dari ancaman resiko yang akan kita terima, mudah bukan? hidup itu cuma sekali dan berjuta orang sudah bilang bahwa Tuhan tidak pernah memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya, lalu apa yang kita takutkan? toh Tuhan saja sudah sangat memanja kita, dan Tuhan tidak akan menciptakan suatu perubahan kecuali insan itu merubahnya sendiri, lalu untuk apa kita selalu mengandalkan orang lain untuk memberikan perubahan dalam hidup kita, mereka bisa saja sesuka hati datang dan pergi lalu kau masih tetap sendiri sebelum dan sesudahnya. mana yang lebih baik dengan kau brtindak atas nama sendiri lalu kau buat perubahan dan orang lain datang dan pergi dari hidup kita meninggalkan kesan dan kita tak sendirian lagi. :)
percaya atau tidak boleh saja, ketika orang lain melihat perbuatan kita salah, maka mereka akan terus berpikir bahwa kita hampir tidak pernah memiliki sebuah tindakan yang bisa untuk dibenarkan. jadi, jangan terlalu percaya pada penilaian orang begitu saja. kesan orang sangat berbeda. ketika pendewasaan sudah terjadi pada diri kita maka kita punya range orang mna yang harus dipercayai dan mana yang tak bisa dipercaya. fine
HIDUP CUMA SEKALI, BERBUAT KESALAHAN BUKAN PERBUATAN SIA-SIA TUHAN MENYIAPKAN PINTU MAAF, DIA PEMAAF TERHEBAT YANG PERNAH ADA, DAN BERBUAT KESALAHAN BUKAN MENYIA-NYIAKAN HIDUP. BERBUAT SALAH-LAH SEBANYAK MUNGKIN ASAL KAU BISA AMBIL PELAJARAN DARI RESIKONYA......