hi, kali ini gw mo sharing tips....judulnya.....
" KETIKA HIDUP HARUS MNUMPANG "
Bukan masalah apa2 sekedar memberikan pelajaran yang pernah bisa dipetik dari sebuah kejadian....ketika kita harus menggantungkan pada orang lain tentang -apa yang hendak kita capai, -apa yang kita mau, - apa yang kita harapkan trjadi pada hidup kita.....kalau masalah pekerjaan sih, oke2 saja, spesifikasinya ketika kita punya kemauan dan ada orang lain yang sanggup menopang , sanggup menjadi salah satu tiang penyangganya, maka ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan
1. Siapkan
apa yang diinginkan
2. Siapa
yang akan menopang impian kita bagaimana keadaan keluarganya, posisi kita di
keluarganya, maksudnya kita diangkat sebagai anak angkat, atau kita diposisikan
sebagai 'penumpang" karena tentu saja itu akan menjadi sebuah perbedaan
besar. ketika kita diangkat sebagai anak, peluang kita mengatur waktu
lebih kepada "mau kita", ketika kita diposisikan sebagai penumpang,
maka time management ada di tangan pengemudi kita, ddan kita harus selalu
memperbaharui jadwal yang kita punya. Tentu saja pada pilihan kedua ini kita
harus puya jurus ekstra.
3. Apakah
mereka orang biasa, karyawan, pengusaha, wiraswasta, dll.percaya tidak percaya
ini sangat penting. Pada bagian ini kita bias menentukan sikap harus bagaimana
ketika kita tinggal di keluarganya nanti. Sebagai orang yang menumpang dan
wujud ke-tahudirian kita terhadap posisi kita di keluarga baru itu, tentu saja
kita mempunyai rasa berhutang budi yang sangat besar. Maka dari itu, kita harus
bagaimana bersikap tergantung pada poin 2 dan 3.
4. Setelah
menilik semua itu, lalu tanyakan kepada diri kita apa kita yakin untuk
mengambil keputusan ini, atau kita hanya aji mumpung ada kesempatan, kuat ga
kuat lihat nanti atau kuat ga kuat kita paksakan dan akhirnya malah BUBRAH kedua duanya.
5. Ikhtiar
terakhir sebelum kita memutuskan bahwa hidup dan impian kita harus menumpang
pada orang lain, adalah PDKT sama Tuhan….bagi yang muslim yakinkan diri dengan
terus bertanya pada tuhan dengan cara dekatkanlah diri pada yang menguasai
hidup Sholat Taubat-lah, kemudian laksanakan Sholat Istikharoh…
6. Ambil
keputusan brdasarkan usaha terakhir dan pertimbangan matang. Jangan sampai kita
saalah mengambil keputusan. Sudah kepalang tanggung nyemplung, basah…..kita ga bisa
renang akhirnya tenggelam dan hilanglah apa yang kita inginkan
Nah, itu dia ..dah tag share bisa juga tuh
ditambahin kalo kalian punya saran….hehehe Cuma nyaranin aja….refleksinya dullu
gw ngelewatin poin 2-6 artinya Cuma aji mumpung dari pada gw nganggur, kata
orang “ saying otak pinter ga kepake” akhirnya tanpa ba bi bu lagi gw ambil
keputusan numpang sama orang buat bikin impian gw tumbuh besar….. akhirnya udah
basah, ga bisa ngomong, kelelep, ga bisa ngutarain yang diinginkan, gara2 GA
MAU NAMBAH HUTANG BUDI.
Saran terakhir adalah kalo lo ga bisa memenuhi
saran2 itu mending jangan ambil keputusan numpang sama orang, mending LO KERJA
SAMA ORANG DIKASIH BAYAR BUAT NOPANG HIDUP LO itu lebihbagus dari pada numpang
sama orang….gw kasih tau aja, HUTANG BUDI ITU GA BISA DIBAYAR, beda sama hutang
nyawa atau duit, biasanya nyaur utang sama dendam bisa ngabisin keduanya, kalo
hutang budi kalo kita ga bisa jaga koneksi…. Malah kaya ga kenal….makan ati…haduuuh
sorii jd curcol ya bo`
Semoga bermanfaat ya…sori kalo banyak salah atau
ada yg tersinggung dengan postingan gw…makasih bye byee :) :) :) :)