Rabu, 11 Desember 2013

Ketika Hidup Harus Numpang

hi, kali ini gw mo sharing tips....judulnya.....

" KETIKA HIDUP HARUS MNUMPANG "
Bukan masalah apa2 sekedar memberikan pelajaran yang pernah bisa dipetik dari sebuah kejadian....ketika kita harus menggantungkan pada orang lain tentang -apa yang hendak kita capai, -apa yang kita mau, - apa yang kita harapkan trjadi pada hidup kita.....kalau masalah pekerjaan sih, oke2 saja, spesifikasinya ketika kita punya kemauan dan ada orang lain yang sanggup menopang , sanggup menjadi salah satu tiang penyangganya, maka ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan

1.   Siapkan apa yang diinginkan
2.  Siapa yang akan menopang impian kita bagaimana keadaan keluarganya, posisi kita di keluarganya, maksudnya kita diangkat sebagai anak angkat, atau kita diposisikan sebagai 'penumpang" karena tentu saja itu akan menjadi sebuah perbedaan besar.  ketika kita diangkat sebagai anak, peluang kita mengatur waktu lebih kepada "mau kita", ketika kita diposisikan sebagai penumpang, maka time management ada di tangan pengemudi kita, ddan kita harus selalu memperbaharui jadwal yang kita punya. Tentu saja pada pilihan kedua ini kita harus puya jurus ekstra.
3. Apakah mereka orang biasa, karyawan, pengusaha, wiraswasta, dll.percaya tidak percaya ini sangat penting. Pada bagian ini kita bias menentukan sikap harus bagaimana ketika kita tinggal di keluarganya nanti. Sebagai orang yang menumpang dan wujud ke-tahudirian kita terhadap posisi kita di keluarga baru itu, tentu saja kita mempunyai rasa berhutang budi yang sangat besar. Maka dari itu, kita harus bagaimana bersikap tergantung pada poin 2 dan 3.
4.   Setelah menilik semua itu, lalu tanyakan kepada diri kita apa kita yakin untuk mengambil keputusan ini, atau kita hanya aji mumpung ada kesempatan, kuat ga kuat lihat nanti atau kuat ga kuat kita paksakan dan akhirnya malah BUBRAH kedua duanya.
5.  Ikhtiar terakhir sebelum kita memutuskan bahwa hidup dan impian kita harus menumpang pada orang lain, adalah PDKT sama Tuhan….bagi yang muslim yakinkan diri dengan terus bertanya pada tuhan dengan cara dekatkanlah diri pada yang menguasai hidup Sholat Taubat-lah, kemudian laksanakan Sholat Istikharoh…
6.   Ambil keputusan brdasarkan usaha terakhir dan pertimbangan matang. Jangan sampai kita saalah mengambil keputusan. Sudah kepalang tanggung nyemplung, basah…..kita ga bisa renang akhirnya tenggelam dan hilanglah apa yang kita inginkan
Nah, itu dia ..dah tag share bisa juga tuh ditambahin kalo kalian punya saran….hehehe Cuma nyaranin aja….refleksinya dullu gw ngelewatin poin 2-6 artinya Cuma aji mumpung dari pada gw nganggur, kata orang “ saying otak pinter ga kepake” akhirnya tanpa ba bi bu lagi gw ambil keputusan numpang sama orang buat bikin impian gw tumbuh besar….. akhirnya udah basah, ga bisa ngomong, kelelep, ga bisa ngutarain yang diinginkan, gara2 GA MAU NAMBAH HUTANG BUDI. 

Saran terakhir adalah kalo lo ga bisa memenuhi saran2 itu mending jangan ambil keputusan numpang sama orang, mending LO KERJA SAMA ORANG DIKASIH BAYAR BUAT NOPANG HIDUP LO itu lebihbagus dari pada numpang sama orang….gw kasih tau aja, HUTANG BUDI ITU GA BISA DIBAYAR, beda sama hutang nyawa atau duit, biasanya nyaur utang sama dendam bisa ngabisin keduanya, kalo hutang budi kalo kita ga bisa jaga koneksi…. Malah kaya ga kenal….makan ati…haduuuh sorii jd curcol ya bo`

Semoga bermanfaat ya…sori kalo banyak salah atau ada yg tersinggung dengan postingan gw…makasih bye byee :) :) :) :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar